DIY: Oseng Tauge

Mau sharing resep ini tapi koq agak ragu ya.. takut dibilang “ini doang bisanya?”. Tapi nyantai aja tetap saya akan share (karena nggak tahu malu) hehe.. agar kamu juga tahu bahwa resep yang ada di majalah atau hasil googling itu sepertinya diciptakan untuk mereka yang rajin dan pinter masak. Sementara saya yang keinginan masaknya ‘senin-kamis‘ lebih membutuhkan resep yang praktis, kuatir keburu malesnya datang. Jadi kalau pun saya lagi pingin masak, berarti mewakili yang males tapi pingin pinter *meski tak kunjung pinter.. huhuu.

Kali ini masak apa ya? Mungkin masakan ini sudah ada dari zaman sebelum orang tua saya lahir, atau sejak dari jaman Atok Adam (jadi di sini jelas akuw gak bisa bilang ini adalah resep zaman now!). Masakan tersimpel ini menurutku imbang gitu simpelnya sama telur ceplok. Beneran, hanya bedanya yang ini sayuran sih. Tapi buat kita yang menyukai kesederhanaan, kepraktisan, dan kemalesan (tepatnya), resep ini sangat membantu kita. Yuk ah.. πŸ‘Œ

Oseng Tauge

Bahan:

cuman tauge, daun bawang prei, bawang merah, bawang putih, garam, merica bubuk, minyak goreng, jahe, dan air. bisa juga ditambahin telur.

Cara memasak:

Cuci semua bahan, potong daun prei, kupas dan iris bawang merah, bawang putih. Lalu panaskan minyak goreng untuk menumis bawang merah dan putih. Setelah harum, masukan jahe dan daun prei, garam, dan merica, jika mau ditambahin telur, masukkan telur, oseng-oseng sebentar, lalu tuang air secukupnya (kira-kira aja lah, bandingin sama seberapa banyak taugenya). Tips: jangan terlalu banyak airnya. Jika sudah mendidih airnya, masukkan taugenya. Jangan sampai taugenya terlalu matang (lembek). Kira-kira cuma semenit aja sih, supaya masih krenyes. Pastikan semua matang sebelum masuk tauge. Begitu ya buibu..

Sajikan bersama sambel ijo dan ikan goreng (waw ternyata ada tambahannya.. ya gitu dong supaya kita nggak kelihatan males males banget). Saya sering sih masak sayur ini, memang paling sederhana bahannya dan cara memasaknya. Cucok meong gitu kan buat kamu yang sedang sibuk tapi harus tetap masak demi kampung tengah alias perut! Sekarang percaya kan kalau saya lebih sering memasak yang nggak ada di buku resep masakan teristimewah itu.. tapi tetap ya ini terjamin gizinya koq.

Coba yuk buibu. Kalau kalian suka ku pasti akan merasa tak sia-sia membagikan resep ini.

Salam.. chef osengoseng! πŸ˜‹

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s